Banyak yang bilang buah kelapa muda mengandung banyak manfaat. Dari pohonnya sampai buahnya. Seperti halnya Hamzah, lelaki yang saat ini sudah mempunyai 3 buah cabang Es Kelapa Muda di Jember. Sudah 19 tahun Hamzah menjalankan bisnis kulinernya ini, bersama sang istri tercinta Djumiati dan anak-anaknya.
Berawal Dari Tukang Becak
Tidak mudah untuk mencapai sebuah kesuksesan. Perlu usaha yang benar-benar maksimal, agar apa yang di impikan dapat tercapai sesuai target. Saat ini Bapak yang sudak menginjak umur 57 tahun, telah mempunyai 3 cabang Es Kelapa Muda di Jember. Ada di Pujasera PB Sudirman, Pujasera Puger, Lojejer, Jambiarum, dan Belakang Polres Jember.
Sebelum menjadi sukses dan dapat membiayai ke-3 anaknya sekolah, ada sejarah dibalik itu semua. Dulu Hamzah adalah seorang tukang becak. Tidak sebentar menjalani profesinya itu. 9 tahun lamanya Hamzah menjalani profesi tukang becak, memang tidak sebentar. Dari pagi, hingga larut malam, Hamzah sabar menunggu penumpang. Memang tidak terlalu banyak setiap harinya. Karena di era globalisasi saat ini, masyarakat sudah banyak yang mempunyai kendaraan pribadi sendiri. "Iya ditelateni saja, pasti nanti ada hikmah dibalik semua ini," ujar lelaki kelahiran 12 Juni 1960 ini.
Hingga pada akhirnya, faktor umur yang sudah tidak mendukung, Hamzah berpindah profesi sebagai Penjual Es Degan di Belakang Polres Jember, dan sang istri pun berjualan sebagai penjual Kopi dan Gorengan untuk menambah penghasilan. "Bantu suami sedikit-sedikit nggak apa apa kan ya," ujar istri Hamzah.
Seiring berjalannya waktu, anak pertama Hamzah baru saja lulus dari Universitas Jember Fakultas Fisip. begitupun anak ke-2 Hamzah baru menginjakkan kaki di SMA Farmasi, dan anak ke-3nya sekarang duduk di bangku SMP kelas 3. Begitu luar biasa, menelateni berjualan es degan bisa menyekolahkan anak tercinta hingga lulus S1.
Anak pertamanya yang bernama Mul ini, sekarang bekerja di Puskesmas Jember. Tak lama menjalani profesi barunya di puskesmas. Mul mendapat musibah yaitu kecelakaan, membuatnya diharuskan berhenti bekerja di puskesmas. Karena bingung mencari pekerjaan, Mul membantu sang ayah berjualan es degan di Pujasera PB Sudirman Jember. "Bingung mau cari pekerjaan dimana, apalagi setelah kecelakaan tidak bisa terlalu capek. Ibu bilang mending bantu ayah berjualan es degan," ujar Alumnus Universitas Jember ini.
Tak lama, penghasilan keluarga Hamzah semakin meningkat hari demi hari. Karena istri dari Mul bertempat tinggal di Puger, Mul dan Hamzah pun membuka cabang ke-3 di Puger, tepatnya Pujasera Puger, Lojejer, Jambiarum.
Saat ini penghasilan bersih perbulan kurang lebih 3,5 juta rupiah. Setiap cabangnya buka dari hari Senin-Minggu, dari pukul 09.00 - 22.30. Es Degan ini selalu ramai pengunjung. "Kalok rame kadang sampe jam sebelas malem juga," kata perempuan kelahiran bulan April ini.
"Setiap tantangan hidup itu pasti punya cerita indah pada waktunya, jadi jangan pernah mengeluh, selalu sabar, karena dari kesabaran itulah akan muncul keberkahan dari Allah.swt," pungkasnya. (nbl)
Jember, 01 Maret 2017



Tidak ada komentar:
Posting Komentar